Antara Passion Hingga Impian

Obsesi, Ambisi, Hobi, Passion hingga Impian: Keliru Budaya atau Keliru Bahasa. Dan Ketika Ego Kita Keliru Mengartikan Passion

Sebut saja inisialnya Mukidi. Pria yang kini menginjak usia 35 tahun ini pernah berkesempatan ikut sebuah seminar karir 5 tahun yang lalu. Ketika itu ia terkesima dengan seorang motivator pada acara tersebut yang dengan berapi-api mengatakan bahwa

Jika ingin sukses maka seseorang harus mengikuti passion dalam dirinya.

Berkaca dari motivasi itu, Mukidi meninggalkan pekerjaan tetapnya. Beberapa bulan kemudian, Ia merintis usaha fashion bersama dua kawannya. Alasannya sederhana, ia senang mengenakan kaos dan menciptakan model dan desain kaos. Kaos adalah passion utamanya.

Tiga tahun berselang, Mukidi sudah 3 kali pula buka tutup usaha kaosnya. Tak ada satu pun kaosnya yang sukses diterima pasar. Modal yang diambilnya dari tabungan selama bekerja sudah semakin menipis. Gambaran kesuksesan yang diharapkannya dari mengikuti passionnya tak kunjung tiba. Apa yang salah?

Passion Bukan (Selalu) Soal Cinta

Bisa jadi ini kesalahan utama yang dilakukan pria-pria seperti Mukidi. Kebanyakan dari kita menerjemahkan passion sebagai hal yang kita senangi dan cintai. Ini adalah pengertian yang keliru.

Cinta atau kesenangan bisa diartikan sebagai sesuatu yang ingin kita lakukan dalam hidup. Coba lihat mereka yang tergabung dalam komunitas indo runner misalnya. Mereka adalah para pecinta olah raga lari. Tapi apa lantas mereka melakukan langkah yang benar seandainya meninggalkan pekerjaan sehari-hari dan memilih menjadi pelari profesional?

Kita bisa punya banyak ragam aktivitas yang kita cintai. Ada yang senang mengkoleksi action figure, ada yang senang renang, modifikasi mobil, bermusik, wisata kuliner, blogging dan sebagainya. Namun hal itu bukanlah passion.

Kesenangan atau kecintaan bisa jadi adalah sesuatu yang kita lakukan untuk membuat hidup kita lebih bersemangat dan berwarna. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan untuk lari dari kebosanan. Nah, jika begitu lantas apa yang disebut passion?

Passion Dan Masalah Pengakuan

Ini perbedaan utama passion dari sekedar cinta biasa. Passion adalah masalah pengakuan. Kita sebagai individu ingin diakui atau dikenal sebagai apa.

Pengakuan ini bukan berarti kita haus menjadi terkenal dan berusaha sekuat tenaga menampilkan diri. Namun pengakuan ini bersifat diri pribadi. Bagaimana kita mengartikan diri kita sendiri.

Kembali ke topik Mukidi, apakah benar passionnya adalah makanan? Apakah ketika ia bercermin di pagi hari, maka ia melihat seseorang yang terkait dengan makanan?

Coba saja datangi tempat bermain futsal yang bertebaran di kota-kota besar. Perhatikan bagaimana banyak yang begitu serius bermain dan kadang tak kalah bagus dengan pemain profesional di Indonesia. Tapi coba tanyakan, apakah mereka ingin mendapat pengakuan sebagai pemain bola profesional?

Bisa jadi jawabannya tidak. Futsal hanyalah sesuatu yang mereka senangi. Futsal menjadi semacam vitamin dari kebosanan rutinitas hidup belaka.

Passion Itu Tak Sesempit Daun Kelor

Kesalahan paling utama yang sering dilakukan adalah memandang arti passion dari kacamata yang sempit. Pengakuan diri diartikan dengan sebuah kegiatan yang terlalu spesifik. Buntutnya kita jadi tak punya ruang untuk berkembang.

Coba kita tengok, Casey Stoner seorang juara dunia MotoGP. Ia merintis karirnya dari bawah hingga mencapai level tertinggi balap motor MotoGP. Apa berarti passion pemuda asal Australia ini adalah “menjadi seorang pembalap MotoGP”? Ternyata ia berhenti di tahun 2012 ketika ia baru berusia 26 tahun. Kendati telah berhenti ia beberapa kali aktif menjadi pembalap test ride tim honda. Ia pun juga bercita-cita mendirikan sekolah balap.

Atau simak juga Legenda hidup MotoGP Valentino Rossi. Ia sudah 7 kali juara dunia MotoGP. Apa berarti passionnya sekedar “menjadi seorang pembalap MotoGP”? Meski masih aktif sebagai pembalap, Rossi kini sudah punya sekolah balap sendiri. Ia juga mendirikan tim balap miliknya sendiri dikelas lain. Rossi juga tercatat sebagai salah satu pembalap rally mobil yang pernah memenangi beberapa etape. Berulang kali ia pun menjajal mobil F1.

Kedua pembalap itu memberikan kita gambaran bahwa passion tidak lah sesempit yang digambarkan. Alih-alih mematok pengakuan diri sebagai “pembalap MotoGP”, dua orang ini ingin diakui sebagai orang yang terkait dengan dunia balap apapun itu.

Hal yang sama juga dilakukan oleh mereka dibidang yang lain. Contoh di bawah ini adalah gambaran bagaimana para pemilik bisnis dunia meramu keberhasilannya. Mereka tidak terpatok pada pengertian passion yang sempit.

Passion Dan Keseimbangan Hidup

Menggeluti passion tak berarti mencurahkan 100 persen hidup untuk itu. Passion hanyalah bagian kecil dari sendi kehidupan yang banyak. Dengan hanya berkutat dihal yang itu-itu saja, bukan tak mungkin akan menyegerakan rasa bosan.

Tak berarti setiap keputusan dalam hidup harus berkaitan erat dengan passion yang kita miliki. Ada unsur sosial, keluarga, perkawanan, waktu, hobi, kecintaan lain dan beragam hal lain yang menggerakan keputusan kita dari hari ke harinya.

Malah bukan tak mungkin kesempatan meraih kesuksesan menggeluti passion justru datang ketika kita sedang menjalankan kegiatan lain yang sama sekali tak berhubungan. Bisa jadi kawan yang kita temui untuk sekedar menghabiskan kopi sore justru orang yang kemudian menjadi bisnis partner passion kita.

Passion Bukan (Satu-Satunya) Bahan Baku Kesuksesaan

Sukses itu tidak hanya dibangun dari passion belaka. Ada unsur-unsur yang lainnya. Mulai dari kerja keras, networking, manajemen yang baik dan sebagainya. Passion hanyalah sebuah pencetus awal. Masih banyak hal yang perlu dilengkapi jika ingin meraih sebuah kesuksesan.

Sering kali juga kita melupakan unsur waktu. Passion adalah sebuah istilah yang lekat dengan kerangka waktu. Kita harus tahu kapan kita harus berhenti dan mencoba yang lain. Segila apapun Valentino Rossi dengan balap mobil F1, ia tahu bahwa tak mungkin baginya bisa bergabung dengan arena balap itu diusianya yang kini sudah menginjak 35 tahun.

Sebagaimana juga passion, kegagalan adalah bagian yang akan menghiasi perjalanan kehidupan. Kita masih ingat bagaimana Purdi E Chandra pengusaha sukses, motivator dan pendiri Enterpreneur University justru menyatakan diri pailit. Robert Kiyosaki yang buat sebagian pelaku MLM dan bisnis dianggap setengah dewa, justru bisnis utamanya Rich Dad Global LLC dinyatakan bangkrut.

Jadi pahami passion dan bersiap untuk kesuksesan dan kegagalan!

Tagged , , , , , , , ,

Hadiah Terbaik Untuk Diri Sendiri

Oleh : Gede Prama

Friend Forever | https://tulisanrizal.wordpress.com/

Sahabat

Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah
keadaan yang diinginkan. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tindakan Kecil Tidak Dikenal

Oleh : Gede Prama

C

Di kota Liverpool Inggris, tempat John Lennon melahirkan kelompok musik yang pernah merubah sejarah dunia, saya pernah mengalami sebuah pengalaman kemanusiaan yang amat menyentuh. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Merendah Itu Indah

Oleh : Gede Prama

beautiful-sea-sunset-scene-wide

” kita bertemu yang maha tinggi, ketika kita rendah hati “

Di satu kesempatan, ada turis asing yang meninggal di Indonesia. Demikian baiknya turis ini ketika masih hidup, sampai-sampai Tuhan memberikan kesempatan untuk memilih : surga atau neraka. Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kaya Karena Sederhana

Oleh : Gede Prama

Menjadi orang kaya, itulah cita-cita banyak sekali orang. Hal yang sama juga pernah melanda saya. Dulu, ketika masih duduk di bangku SMU, Continue reading

Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Terbang Bersama Keheningan

Oleh : Gede Prama

Meditasi

Ilustarsi

BERAT, itulah kata yang bisa mewakili tantangan hidup kekinian. Orang miskin dihadang penyakit di sana-sini. Orang kaya alisnya dibikin berkerut oleh berbagai masalah. Continue reading

Tagged , , , , , ,

Air mata, pengaduan terakhir…

spiritual-journey-tulisanrizal.wordpress.com

“ Tidak ada orang yang terbebas dari masalah, ”

demikian kata orang bijak. Anehnya, kita masih sering mengira bahwa orang lain lebih indah hidupnya daripada kita. Continue reading

Tagged , , , , , , ,

Karena Hidup Adalah Sebuah Perjalanan

Perjalanan Hidup | Image : Alm. Wahyu DC

Jika hidup adalah sebuah perjalanan, akankah anda terus melangkah?

Hidup adalah sebuah perjalanan. Demikian salah seorang guru kehidupan pernah berkata. Dan karena hidup adalah sebuah perjalanan, maka tugas kita hanya berjalan dan terus berjalan, hingga kita sampai di tempat tujuan. Continue reading

Tagged , , ,

Kaos Kumal Yang Nyaman

 

Why ??

Ilustrasi ; oleh model

” Terkadang, sesuatu yang terbaik, termahal, ataupun terbaru, bukanlah yang ternyaman “

Ini terbukti pada saya dan kaos kumal saya. Entah kenapa, kaos pemberian teman baik saya semasa masih tidak mengkonsumsi marijuana, Bang Pingky juragan yang sering jarang mempunyai kuncian stock gele’. Beliau masih ada ikatan saudara dengan saya, meskipun saudara jauh :mrgreen:. Continue reading

Tagged , , ,